Selasa, 25 Juni 2013

Bukti Kebenaran Al Qur'an

“Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjuk­kan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.
- Prof. Dr. Joe Leigh Simpson
Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan
Prof. Molecular dan Genetika Manusia,
Baylor College Medicine, Houston,
Amerika Serikat.
"Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. "
- Prof. Marshall Johnson
Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi,
Universitas Thomas Jefferson,
Philadelphia, Pennsylvania,
Amerika Serikat.
“AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. "
- Prof. TVN Persaud
Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,
Kanada.
"Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. "
- Prof. Tejatat Tejasen
Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand,
Chiang Mai
"...metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. "
- Prof. Alfred Kroner
Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences,
Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz,
Jerman.
“AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. "
- Prof. Palmer
Ahli Geologi ternamaAmerika Serikat.
"llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu."
- Prof. Shroeder
Ilmuwan kelautan dari
Jerman
"Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,"
- Prof. Yoshihide Kozai
Guru Besar Universitas Tokyo dan
Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo,
Jepang
PENGETAHUAN YANG BENAR HARUS DITEGASKAN DENGAN AGAMA YANG BENAR

Rabu, 13 Februari 2013

Emas itu IImu yang bermanfaat. By Hasnan Habib Kota Depok

Suatu malam tampak Umar bin Khathab bersama Aslam, asistennya, berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah yang sunyi senyap. Sudah menjadi rutinitas Umar, yang kala itu menjabat Amirul Mukminin, untuk melakukan inspeksi, melihat-lihat keadaan rakyatnya secara langsung. Lama perjalanan membuat lelaki berjuluk Al-Faruq ini kelelahan. Ia pun bersandar di sebuah dinding rumah salah seorang rakyatnya. Rumah itu demikian sederhana. Cukup memberi tanda bahwa sang penghuni bukanlah orang berpunya.
Di antara rasa penat yang menggeliat di antara tulang-tulangnya yang tak lagi sekuat masa mudanya, dan di antara rasa dingin yang menusuk, sayup-sayup terdengar dua orang wanita tengah bercakap-cakap. Setelah didengarkan dengan seksama, tahulah Umar bahwa pemilik rumah itu adalah seorang ibu penjual susu dengan anak perempuannya. “Wahai putriku, ambilah susu itu dan campurilah ia dengan air!
Dengan nada menolak, putrinya menjawab, “Wahai Ibu, apakah Ibu tidak tahu keputusan Amirul Mukminin hari ini? Memangnya keputusan apa yang beliau ambil? Beliau memerintahkan rakyatnya agar tidak menjual susu yang dicampur air. Ambil saja susu itu dan campurkanlah dengan air. Lihatlah, saat ini engkau berada di suatu tempat yang tidak mungkin terlihat oleh Umar, Ibu, tidak mungkin bagiku untuk menaatinya di saat ramai dan mendurhakainya di saat sepi.
Dialog ibu dan anak tersebut telah menyita perhatian Umar bin Khathab. Semuanya terekam dengan amat jelas. Umar lalu bergegas pergi. Sesampainya di rumah, ia segera menugaskan Aslam untuk menemui keluarga itu. “Wahai Aslam, pergilah ke rumah itu, dan selidiki siapa wanita yang menjawab seperti itu dan siap pula perempuan tua yang menjadi lawan bicaranya. Apakah mereka mempunyai suami?
Setelah mendatangi rumah perempuan itu, Aslam segera melaporkan penemuannya kepada Umar, bahwa yang menyuruh mencampurkan susu dengan air adalah ibunya. Sedangkan yang menolak mencampur susu dengan air adalah anaknya yang masih gadis. Sedangkan di rumah tersebut tidak ada seorang pun laki-laki.
Setelah semuanya jelas, Umar lantas memanggil semua anak laki-lakinya. Kepada mereka ia berkata, “Apakah di antara kalian ada yang membutuhkan seorang perempuan yang akan aku nikahkan dengannya? Andaikan ayah kalian masih berminat pada seorang perempuan, tentu kalian tidak akan bisa mendahuluinya untuk mendapatkan anak gadis itu.
Abdullah bin Umar, anak sulungnya, berkata bahwa ia tidak berminat karena sudah mempunyai istri. Demikian pula adiknya, Abdurrahman, menjawab sama seperti Abdullah. Barulah Ashim, anak laki-laki Umar yang lain, bersedia menikah dengan wanita pilihan ayahnya tersebut.
Tak lama berselang, Umar mengirim utusan kepada keluarga itu untuk melamar anaknya dan menikahkannya dengan 'Ashim. Lamaran itu pun diterima, hingga terjadilah prosesi pernikahan. Sederhana memang. Namun keberkahan menyelimuti pernikahan putra Amirul Mukminin dengan putri seorang penjual susu. Untaian doa terucap dari keluarga dan para sahabat, “Baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakum fi khairan.” Sebuah doa yang sangat indah, “Semoga Allah memberkahi kalian, baikan dalam keadaan senang maupun susah, dan senantiasa mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Allah pun berkenan mengabulkan doa tersebut. Rumahtangga 'Ashim dan istrinya diberkahi Allah. Wanita ini pun melahirkan seorang putri. Pena sejarah mencatat, dari rahim anak perempuan inilah lahir Umar bin Abdul 'Aziz. Seorang pemimpin besar Islam yang digelari Khulafaur Rasyidin kelima. Pada masa pemerintahannya kaum Muslimin mencapai kejayaan dan kemakmuran lahir batin yang sulit mencari tandingannya.
Keberkahan Makanan
Rangkaian fragmen kisah ini sungguh luar biasa. Lihatlah bagaimana sebuah kebaikan berbuah kebaikan, lalu berbuah kebaikan lagi. Berawal dari keinginan untuk jujur dan memperoleh harta halal (walau sedikit), terjadilah sebuah pernikahan yang diberkahi. Dan dari pernikahan ini, lahir keturunan-keturunan mulia yang diberkahi Allah. Keberkahan mereka pun terus menyebar hingga menyentuh generasi-generasi sesudahnya.Kisah ini menginspirasi agar kita tidak menyepelekan sekecil apa pun amal. Karena kecil dalam pandangan kita belum tentu kecil dalam pandangan Allah SWT. Termasuk dalam hal makan. Namun, saking sering dan rutinnya makan ini, sebagian orang kerap menyepelekan. Padahal dalam makan ada kebaikan yang teramat besar. Sebaliknya, ketika kita salah menyikapinya, maka makan pun bisa membawa kemudharatan yang besar pula.
Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berdoa sebelum makan. “Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzabannaar. Bismillaahirrahmanirrahiim.” Artinya, “Ya Allah berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (HR Ibnu As Sani).
Dilihat dari susunan redaksinya, makna doa ini sangat luar biasa dan universal. Setidaknya, ada dua pesan utama yang terkandung di dalamnya. Pertama, memohon keberkahan dari rezeki yang telah Allah karuniakan, sehingga kita terpelihara dari aneka keburukan. Apa artinya? Kita makan bukan sekadar menangkal rasa lapar dan memenuhi selera semata, tapi juga untuk menjaga ketaatan kepada Allah SWT. Dengan makan kita berharap bisa konsisten dalam ketakwaan. Dengan makanan kita bisa makin mantap beribadah. Sebab ada yang makan, namun makanan yang dikonsumsinya tidak membawa kebaikan apa-apa, hanya sekadar memenuhi kebutuhan perut belaka.
Kedua, memohon bimbingan Allah dalam aktivitas yang kita lakukan, sehingga setiap amal bernilai ibadah di sisi-Nya. Permohonan ini terangkum dalam kalimat basmalah, Bismillaahirrahmanirrahiim. “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Dengan demikian, ada dua konsep penting yang senantiasa kita ulang-ulang. Yaitu konsep berkah dan konsep basmalah. Keduanya memiliki makna filosofis yang dalam. Andai saja kita mampu menyelami kedalaman maknanya, lalu mengaplikasikan dalam proses mencari dan menikmati rezeki, maka akan melahirkan efek kebaikan yang luar biasa. Tidak hanya kebaikan di dunia, tapi juga kebaikan hakiki akhirat kelak. Semoga kita mendapatkannya, seperti yang didapatkan Umar bin Khathab, 'Ashim, putri penjual susu, serta anak cucunya, terutama Umar bin Abdul 'Aziz. Amin.

Ilmu itu melebihi Emas harganya.By Hasnan Habib kota Depok

Ilmu disebut bermanfaat apabila mengandung kebaikan (maslahat), memiliki nilai-nilai positif bagi sesama manusia ataupun alam. Namun, manfaat tersebut menjadi kecil artinya bila faktanya tidak membuat pemiliknya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Imam Malik bin Anas RA (wafat 179 H) mendiskripsikan tentang ilmu yang bermanfaat itu. Ia berkata, "Yang disebut ilmu bermanfaat itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan sesuatu (hadis), melainkan nur (cahaya) Allah yang Mahasuci yang dimasukkan ke dalam hati manusia, yang selalu menerangi pemiliknya dalam setiap saat, baik dalam keadaan jelas (zhahir) atau tersembunyi (khali).''
Dengan ilmu, derajat seseorang akan terangkat, menyelami hidup ini dengan penuh semangat dan optimistis, terbukanya tabir kegelapan, serta semakin kokoh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman, ''Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu di antara kalian dengan beberapa derajat.'' (QS Al-Mujadalah [58]: 11).
Lalu, bagaimana cara memperoleh ilmu yang dapat menerangi hati kita dari kegelapan? Imam Syafi'i RA (wafat 204 H) ketika masih menuntut ilmu pernah mengeluh dan mengadukan suatu problematika kepada gurunya. Kata beliau, ''Wahai Guru, mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah dipahaminya?'' Lalu Imam Waki' RA (Sang Guru) menjawab, ''Ilmu itu ibarat cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.'' (Diwan al-Syafi'i).
Oleh sebab itu, sudah sepatutnya bagi penuntut ilmu selalu berhati bersih, mempunyai perangai yang mulia, menjauhkan maksiat, serta meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela (al-akhlak al-madzmumah) yang jelas-jelas tidak disukai Allah dan Rasul-Nya. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari sifat tamak (rakus) terhadap urusan duniawi dan tidak pernah digunakan menzalimi sesama.

Senin, 04 Februari 2013

Investasi Emas dan uang, Belajar inti Meditasi sebagai Jembatan

TINGKAT KESADARAN OTAK 

Telah lama diteliti bahwa selama hidupnya, manusia hanya menggunakan kurang dari 10% potensi diri yang tersembunyi di dalam otak. Bahkan sebagian besar manusia menggunakannya di bawah bilangan 5%. Lalu kemana yang 90% ? Jawabannya adalah potensi diri tersebut menunggu untuk digali. Dua dekade terakhir, penelitian tentang potensi diri manusia mengalami peningkatan yang signifikan. Semakin banyak metode-metode up to date dengan hasil penelitian yang mengungkap potensi diri dengan cara pengembangan potensi otak manusia. Bagaimanakah hubungan antara potensi diri atau potensi otak ini dengan kehidupan anda ? Pada realitasnya keduanya mempunyai hubungan yang erat sekali. Hal ini berarti, kemampuan anda untuk mengoptimalkan daya  otak anda akan sangat membantu anda untuk meraih target kesuksesan anda.

JEMPUTLAH ANUGERAH TUHAN DENGAN POTENSI DIRI
Potensi diri manusia sungguh luar biasa dahsyatnya. Lihatlah hasil karya potensi diri manusia di muka bumi ini. Meliputi berbagai bidang disiplin ilmu mengeksplorasi luasnya jagad besar (makrokosmos), teori-teori fisika dan kimia yang membuat manusia mampu pergi menjelajah ke bulan, mengeksplorasi luasnya angkasa luar,  meluncurkan satelit dengan kemampuan membaca setiap detil peta bumi secara lengkap dan jelas, menciptakan pesawat terbang super canggih, pesawat ulang alik nan menghebohkan, menciptakan kapal selam super power, menemukan jejaring internet yang membuat dunia ini serasa mengkerut  seolah-olah bagaikan dalam  genggaman tangan.

Begitu juga eksplorasi ke dalam jagad kecil (mikrokosmos) yang teramat rumit dan njelimet, temuan-temuan dalam bidang ilmu biologi, neuro science, neurologi, fisiologi, kimia mikro dan teknologi medis yang membuat manusia mampu  menciptakan organ-organ tubuh imitasi yang dapat mengganti fungsi organ ciptaan Tuhan yang telah rusak. Ilmu ekonomi yang mampu membuat imperium bisnis sangat besar dan kuat, digabung dengan ilmu sosial dan politik mampu menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara belahan bumi Eropa, Amerika dan Asia. Semua itu merupakan buah karya potensi otak manusia. Dahulu, sesuatu yang dianggap sebagai kodrat (harga mati) yang tak bisa lagi dirubah (diwiradat), kini manusia semakin membuktikan diri mampu membuat temuan-temuan dan hasil karya yang menakjubkan, boleh jadi dianggap mukjizat. Meciptakan lensa mata imitasi menggantikan lensa asli yang rusak terkena katarak atau aksiden, menganti jantung manusia dengan jantung binatang, bahkan dengan alat pemacu kerja jantung membuat seseorang mampu bertahan hidup puluhan tahun lagi.
Bukankah tugas manusia di bumi ini untuk membaca, memahami, lalu menghayati bahasa dan ilmu Tuhan yang Mahaluas tiada batasnya itu. Bukankah setiap ada kesulitan, manusia selalu tertantang berikhtiar menemukan jalan keluarnya ? Maka tak heran bila dalam teknologi elektronika-metafisika, manusia telah menemukan alat penyadap keberadaan roh halus dan eksistensi makhluk gaib lainnya. Bahkan mungkin manusia masa depan akan mampu mendeteksi dan menshooting dengan kamera khusus yang dapat menangkap berbagai wujud makhluk halus.
Perkembangan potensi manusia tentunya tidak akan berkembang pesat apabila mental spiritual, dan pola pikirannya masih terbelenggu oleh sistem nilai yang diam-diam mengikat kesadaran dari dalam alam bawah sadar Anda sendiri. Agama  pun sesungguhnya bukan untuk mengungkung mental, mengurung kesadaran dan kebebasan berfikir, serta membelenggu kemampuan jelajah spiritual manusia.  Sebaliknya, sungguh ideal di saat mana agama dipahami sebagai guidance (pemandu jalan) agar potensi dan prestasi manusia mampu mengembangkan kemampuan pikirnya secara maksimal, dengan orientasi yang terarah, bermanfaat sebagai berkah bagi alam semesta dan seluruh isinya. Pada hakekatnya peran semua agama bukan bertujuan untuk membatasi perkembangan potensi diri, kreatifitas dan kreativitas inovasi manusia. Melainkan menjaganya agar jangan sampai inovasi manusia disalahgunakan sehingga membuat kerusakan-kehancuran di muka bumi.

Sebagai contoh, bila Anda percaya bahwa Tuhan itu berkah bagi alam semesta maka dinamit bukan untuk digunakan membunuh manusia lainnya, melainkan untuk menciptakan energi yang dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat, serta menjaga dan melestarikan anugrah Tuhan berupa lingkungan alam.
   Dapat dibayangkan besarnya prestasi apabila manusia mampu mendayagunakan potensi diri yang lebih besar lagi, hingga mencapai 50 % nya saja. Sebab biar seberapapun kemajuan dan kedahsyatan potensi manusia seperti contoh di atas, kenyataannya bagian yang 90% potensi masih terpendam di dalam diri dan dibiarkan sia-sia begitu  saja. Maka tugas masing-masing kita adalah bisa membuka, menggali, mengenali, mengembangkan, lalu memanfaatkan potensi diri lebih baik daripada hari ini. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk menggapai kebaikan yang lebih utama, yakni menghayati makna berkah bagi alam semesta, dengan berprinsip memanfaatkan hidup kita agar berguna bagi sesama, seluruh makhluk, dan lingkungan alam. Apabila prinsip ini Anda terapkan dalam lembaga terkecil keluarga, niscaya keluarga anda akan harmonis, tenteram, selamat, sejahtera, dan selalu kecukupan rejeki. Kalis ing rubeda, nir ing sambekala. Terlindung dari segala kefakiran ; fakir kesehatan, fakir harta, fakir ilmu, fakir hati nurani, fakir budi pekerti.
Demikian pula apabila hal serupa terjadi di dalam lingkup wilayah yang lebih luas : kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, dan negara, maka ketidak-tentraman, kekisruhan, perselisihan, percekcokan, konflik di antara warga bangsa, antara pemimpin dengan rakyatnya, antar pemimpin dengan pemimpin lainnya, hampir pasti selalu berakibat tertutupnya pintu rejeki dan pintu-pintu anugrah yang disiapkan alam semesta (Tuhan). Nasib bukan tergantung Tuhan, tetapi tergantung pada diri kita sendiri. Alam semesta (Tuhan) telah meletakkan dan menyiapkan rejeki serta anugrah “di suatu tempat”  dan tugas kita adalah menjemputnya. Maka tak pelak lagi, negeri Nusantara  ini akan menggapai konsep tatanan sosial “RATU ADIL” di mana nusantara akan menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja.
Secara teknis, untuk menjemput anugerah memerlukan kesadaran diri untuk mengembangkan potensi dalam diri. Untuk mengembangkan potensi diri, kita harus terlebih dahulu memahami 3 unsur utama yang mempengaruhi kepribadian manusia. Ketiga unsur tersebut sangat menentukan potensi diri dan  menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang, adalah sebagai berikut :
  1. Data InPut. Data input di antaranya mencakup  sistem kepercayaan, ilmu pengetahuan, tradisi, budaya, lingkungan pergaulan dan pengalaman hidup. Semua itu merupakan faktor yang menentukan pola pikir (mind set) seseorang. Sistem  kepercayaan mencakup seperangkat nilai, sesuatu yang dianggap berharga, segala sesuatu yang diyakini, dan segala sesuatu yang dianggap benar. Cara pandang agama dalam memahami kehidupan ini akan berpengaruh terhadap cara pandang atau pola pikir (mind set) yang dimiliki para penganutnya. Demikian pula ilmu pengetahuan, tradisi, budaya, pengalaman hidup semuanya merangkum seperangkat nilai yang berisi bagaimana tingkat kesadaran manusia memahami setiap lini kehidupan ini. Tingkat kesadaran ini tercermin dalam pola pikir setiap individu.
  2. Pola Pikir (mind set) atau dalam ilmu Jawa disebut Båwå : disebut pula sistem berfikir merupakan faktor penentu sistem perilaku atau kepribadian seseorang (behavior). Menentukan bagaimana seseorang mengambil atau menentukan suatu rencana tindakan. Pola pikir akan menentukan respon terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalam diri (inner world) maupun lingkungan sosial dan lingkungan alamnya. Pola pikir setiap individu dipengaruhi oleh tingkat kesadarannya. Tingkat kesadaran ditentukan oleh pengalaman pribadi, lingkup pergaulan, ilmu pengetahuan, sistem kepercayaan, mitologi, dan kebudayaan. Pola pikir ini kemudian akan menentukan pola perilaku atau sistem perilaku.
  3. Sistem perilaku / Kepribadian (behavior) atau dalam ilmu Jawa disebut Solah :  adalah faktor yang menentukan tata cara berinteraksi, bertindak, berbuat atau penentu perbuatan terhadap dunia luar, lingkungannya, atau segala sesuatu peristiwa di dalam diri maupun lingkungan sosialnya.
Data in put ditampung dalam memori alam pikiran bawah sadar. Kadang data-data yang telah tersimpan di dalam alam pikiran bawah sadar akan muncul secara otomatis tanpa anda sadari, yang mewarnai sikap, tabiat, jalan pikiran, dan pendapat yang anda kemukakan. Alam bawah sadar bagaikan stockpile atau database yang menyimpan banyak potensi diri maupun impotensi diri. Alam pikiran bawah sadar  dapat muncul dalam kondisi darurat, atau dalam keadaan hening rileks, dan biasanya bekerja secara spontan.  Kiranya sebelum membahas lebih lanjut perlu diulas sedikit apakah alam pikiran bawah sadar itu ?

ALAM PIKIRAN BAWAH SADAR
Alam pikiran bawah sadar bukan berarti tiadanya kesadaran. Sebaliknya, justru di situlah kesadaran level lebih tinggi (higher consciousness) diri anda berada. Hanya saja kenapa disebut alam pikiran bawah sadar, karena pada saat kita memahami alam pikiran bawah sadar ini kita masih menggunakan perspektif alam pikiran sadar yang belum memahami kesadaran pikiran bawah sadar kita sendiri.  Apabila anda telah sukses mengoptimalkan alam pikiran bawah sadar, maka sudah tidak ada lagi “tembok penyekat” antara alam pikiran bawah sadar dengan alam pikiran sadar. Sebaliknya alam pikiran sadar anda selalu menyadari apa yang dipahami alam pikiran bawah sadar. Jika anda terbiasa mengolah batin, anda akan memiliki kemampuan tersebut.
Di manakah letak alam pikiran sadar dan alam pikiran bawah sadar berada ? Berdasarkan pengukuran melalui alat yang dinamakan Electro-encepalograph dan perangkat eletronis pengukur kinerja otak lainnya, pada dasarnya otak memiliki 4 Fase Gelombang yaitu Bheta, Alpha, Theta, dan Delta. Sementara itu, terdapat pula gelombang gamma, di mana diindikasi sebagai gelombang tak beraturan. Namun gelombang gamma perlu pengkajian yang lebih mendalam dan panjang lebar, sehingga tak perlu untuk kita bahas di sini. Mungkin akan bisa kita bahas  pada thread selanjutnya.

Bheta

Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 12 – 40 Hz/Second. Di saat mana anda sedang sangat aktif seperti mengobrol, memikirkan banyak hal, mengerjakan sesuatu, gugup/gelisah atau keadaan aktif lainnya. Gelombang Bheta sangat diperlukan jika kita harus memikirkan beberapa hal sekaligus, tapi TIDAK dibutuhkan  jika kita ingin menyerap informasi secara cepat, tepat dan akurat. Kemampuan analisa gelombang Bheta sangatlah terbatas, hanya mampu menampung sekitar 7-10 bit data dan masalah per session. Gelombang bheta biasanya cepat menemui jalan buntu. Buktinya, jika anda sedang banyak masalah dan pekerjaan yang anda pikirkan, maka anda akan mengalami perasaan panik, risau, kalut, hingga jalan buntu tidak bisa lagi mikir jalan keluar.
Alpha
Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 12-8 Hz/Second. Fase otak penuh kreatifitas, di mana otak dalam keadaan yang lebih rileks. Fase ini sangat baik untuk belajar, menyerap informasi, melakukan terapi, mempercepat proses penyembuhan, meningkatkan kekebalan tubuh, juga mengurangi stress mental-emosional dan fisik. Sering disebut sebagai keadaan Meditasi Dasar. Fase alpha merupakan jembatan antara kesadaran bheta dengan theta. Pada saat semedi/meditasi Anda dapat menangkap sinyal-sinyal akurat yang dipancarkan oleh kesadaran theta. Buktikan, jika anda sedang kalut, panik, resah, gelisah, pikiran menemui jalan buntu, lalu lakukan penurunan gelombang otak ke level alpha. Caranya lakukan konsentrasi dan relaksasi dengan hanya memikirkan satu hal saja yang membuat anda senang dan gembira. Bisa pula anda melakukan posisi meditasi, semedi atau zikir, semuanya targetnya sama yakni keheningan pikir. Setelah itu anda akan benar-benar menemukan jalan keluar, pikiran anda terbuka dan menjadi jernih cemerlang.
Theta
Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 8-4 Hz/Second. Fase gelombang otak yang lebih dalam, yaitu saat anda ada dalam kesadaran meditatif atau trance. Fase ini sangat bagus untuk proses auto-sugesti/auto-hypnosis. Pada fase inilah “mimpi” terjadi, sehingga dengan teknolgi yang mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh mimpi “Extra-Sensory Perception” atau biasa disebut kewaskitaan/wangsit. Melalui fase ini anda dapat menemukan jawaban yang tepat atas suatu permasalahan yang rumit dan berat. Dapat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, tanpa harus susah payah melakukan penelitian dan pengumpulan data terlebih dulu. Namun kelemahannya, jawaban yang muncul dari alam pikiran bawah sadar biasanya masih berupa SIMBOL yang masih harus anda jabarkan dan maknai secara tepat. Kesalahan dalam memaknai dan menjabarkan bahasa SIMBOL akan berakibat suatu pemahaman dan tindakan yang tidak tepat. Kiat suksesnya sederhana saja; berusahalah untuk menjabarkan dalam kadar nilai yang bersifat universal dan netral, bebas dari rasa egoisme, etnosentrisme, rasisme, dan pilih kasih. Sebagai contoh; dalam kesadaran meditatif anda muncul gambaran sosok manusia seperti patung liberty. Anda tidak perlu mengartikannya sebagai malaikat, atau pergi ke Amerika untuk menemui patung tersebut. Tapi pahamilah HAKEKAT patung tersebut, yakni simbol kedamaian dan ketentraman hidup.
Delta
Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 4-0,1Hz/Second. Delta merupakan fase gelombang otak yang terakhir dan paling dalam. Keadaan ini diperoleh saat anda tidur nyenyak atau keadaan koma. Dengan mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh kondisi tidur yang nyenyak dan berkualitas. Dengan teknik tertentu, fase ini dapat menghubungkan antara theta Anda dengan Energi Kesadaran Astral. Melalui fase ini pulalah anda dapat mewujudkan energi pikiran menjadi materi. Bahkan dapat weruh sadurunge winarah, melihat sesuatu yang akan terjadi. Anda dapat berhasil menggapai Energi Kesadaran Astral di mana anda bisa mengalami MELEK SAJRONING TURU. Jiwa anda sadar walau dalam keadaan tidur pulas. Ciri-ciri awal keberhasilannya ; Anda dapat mendengar suara dengkuran atau suara nafas anda sendiri pada saat anda sedang tidur pulas.

DAPATKAH PIKIRAN SADAR MENYADARI ALAM BAWAH SADAR ?
Gelombang otak pada frekuensi bheta dan alpha berada di level alam pikiran sadar. Sedangkan frekuensi theta dan delta disebut sebagai alam pikiran bawah sadar. Sekali lagi, bukan berarti tidak adanya kesadaran otak/pikiran. Melainkan disebut alam bawah sadar, karena kesadaran delta dan theta belum mampu dipahami oleh kesadaran alpha dan betha (pikiran sadar). Fungsi alam bawah sadar merupakan stockphile atau memory card yang menampung dan menyimpan “bahan-bahan” jadi hasil olahan pikiran sadar yang sudah terseleksi oleh RAS (reticular activating system). Sedangkan pikiran sadar berfungsi sebagai “mesin produksi” bahan “olahan jadi” tersebut. Tugas pikiran sadar adalah memberi pemaknaan, lalu disaring mana yang dianggap memiliki nilai/value untuk dimasukkan ke dalam alam bawah sadar. Misalnya anda memaknai suatu yang hanya sekedar “keyakinan” tetapi Anda anggap sebagai kebenaran faktual, maka RAS anda akan menginstalnya ke dalam alam pikiran bawah sadar. Lalu tanpa anda sadari pola pikir dan perilaku anda akan diwarnai oleh makna/nilai yang tersimpan dalam alam pikiran bawah sadar.

PROSES PEMAKNAAN/PENILAIAN
Proses indoktrinasi, yang dilakukan oleh lembaga pendidikan-pengajaran agama, maupun lembaga militer pada umumnya memilih prinsip monolog, dan anti-dialog. Karenanya proses tersebut TIDAK BEBAS NILAI alias tetap berpegang pada asas kepentingan (naratif). Sementara pendidikan umum yang bersifat akademik-ilmiah-intelektual lebih memilih proses dialektika yang mengutamakan proses dialogis dengan mendasarkan diri pada prinsip BEBAS NILAI (deskriptif). Bukankah peristiwa alam, rumus-rumus alam yang ada adalah bebas nilai?!! Bukankah yang memberi nilai adalah pikiran dan kepentingan manusia ?!! Nah, RAS sangat dekat hubungannya dengan pemaknaan atau penilaian manusia terhadap suatu hal. RAS akan “menginstal” data matang (nilai/pemaknaan) yang dianggap penting dan bernilai ke dalam alam pikiran bawah sadar. Sementara itu cara kerja RAS adalah sebagai berikut :
  • Data-data (stimulan) diolah oleh rasio/pikiran sadar, lalu masuk ke pikiran bawah sadar melalui proses penyaringan diri, dinamakan RAS (reticular activating system).
  • RAS tidak hanya menerima bahan jadi (nilai/pemaknaan) dari pikiran sadar, tetapi juga mengirim nilai/pemaknaan tersebut ke alam pikiran sadar. Kelemahannya : “Bahan jadi” yang telah diberi nilai oleh alam pikiran sadar dapat berupa “bahan jadi” yang konstruktif (positif/obyektif) bisa pula “bahan jadi” yang destruktif (negatif/distortif).
  • RAS bekerja otomatis tergantung pada kondisi gelombang otak, pemikiran dan emosi. Fungsi RAS adalah menginstalasi dan uninstalasi program ke atau dari dalam alam bawah sadar.
  • Kejadian /peristiwa bersifat netral bebas nilai. Sementara yang memberi nilai adalah pikiran sadar kita.
Persoalannya, bagaimana kita memilih program (nilai/pemaknaan) yang bermanfaat, bagaimana menentukan program positif. Positif bernilai universal dan positif bernilai individual. Program positif individual akan dipengaruhi oleh stimulus yang berasal dari luar diri. Sementara itu, program positif universal bersumber dari rahsa sejati yang menciptakan stimulan dalam otak sebelah kanan (spiritual spot). Misalnya nilai universal hukum sebab akibat yang memandang Puncak dari penyebab (penyebab sejati) dari seluruh kejadian di alam semesta ini disebut sebagai Tuhan (God) atau Causa Prima. Sesuatu yang ada (being) namun keberadaanya (eksistensi) tidak disebabkan oleh apapun juga. Agar alam pikiran bawah sadar kita tidak keliru malah menumpuk “barang rongsok”, atau “racun dunia”. Oleh sebab itu diperlukan suatu prinsip yang paling sederhana dan aman sebagai pedoman dalam melakukan penilaian dan pemaknaan atas segala sesuatu. Yakni dengan prinsip ; apakah sesuatu itu memiliki faedah untuk diri kita, orang lain, dan lingkungan alam atau tidak. Salah satu patokan dasar yang biasa digunakan dalam falsafah Jawa adalah : sesuatu itu bagus/positif/baik kalau tidak ada efek menyakiti diri sendiri, menyakiti hati, mencelakai dan merugikan sesama/orang lain serta seluruh makhluk beserta lingkungan alam. Hal itu merupakan suatu prinsip kebaikan bersifat universal dalam rangka memberi nilai/memaknai segala sesuatu. Melampaui sikap rasialis, etnosentris, fanatis, egois, dan primordialisme. Dengan sikap demikian, RAS akan lebih akurat menyeleksi mana saja “bahan jadi” yang harus diinstal.

SULITNYA MENSORTIR DATA, MENGHILANGKAN DISTORSI
Sekali lagi, RAS hanya menginstal atau menguninstal data matang yang sudah dimasak (dinilai/dimaknai) oleh pikiran sadar / rasio. Kita masih perlu mensortir dan menghilangkan distorsi data yang disebabkan oleh kebodohan pikir dan lemahnya analisa. Semakin canggih dalam pensortiran, maka kita mampu menjadi insan yang waskita, permana, awas, cermat sehingga mampu membedakan mana “racun” mana pula “madu”. Jika ternyata “madu” maka RAS perlu menyimpan “database” ke dalam alam bawah sadar”. Atas dasar itu terdapat pepatah ; KEBODOHAN SANGAT DEKAT DENGAN KEJAHATAN DAN SEGALA MACAM KEFAKIRAN. Silahkan para pembaca yang budiman mencari orang yang mendem donga, mabuk agomo tapi bisa menciptakan teknologi super canggih. Kita cermati secara obyektif dan realistis saja, di Indonesia ini masih ada beberapa orang yang sibuk debat kusir soal sistem keyakinan, dogma, atau soal khalal-kharam, sementara bangsa lain tengah sibuk mencitakan teknologi serba digital, teknologi super nano, mengolah rumus fisika “hologram”,  yang semua itu dimaksud agar manusia lebih mampu memaknai apa sejatinya hidup ini, sehingga manusia menjadi bersikap lebih arif dan bijaksana. Sambil berharap-harap supaya dirinya bermanfaat bagi masyarakat dunia tanpa pilih kasih.
PENTINGNYA KEWASKITAAN, KECERMATAN HATI DAN PIKIRAN
Manusia waskita, awas, cermat, arif bijaksana akan mampu melakukan seleksi “data-data bahan jadi” secara akurat tepat, benar dan pas. Setahu saya, itu pula alasan mengapa tradisi Jowo mengutamakan mengolah dan mengasah ngelmu sastra jendra, supaya manusia pandai membaca “kitab teles” yang tergelar di jagad raya, tidak sekedar “produk” jarene, ujare, katanya. Data akurat yang sudah diseleksi dan benar-benar bersih dari “racun”, akan otomatis diseleksi untuk diinstal ke alam bawah sadar. Pernahkan anda merasa sudah tahu lebih dulu apa yang menjadi jawaban atas suatu kejadian sebelum rasio/logika anda melakukan analisa ? Jika pernah, berarti RAS dan alam bawah sadar anda dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Alam pikiran bawah sadar anda bukanlah sekedar keranjang sampah beracun melainkan berlian yang selalu memancarkan cahaya kebenaran, nur sejati, cahyo sejati.
CIRI ALAM BAWAH SADAR YANG MERDEKA
Alam bawah sadar yang MERDEKA, maksudnya adalah merdeka atau bebas dari belenggu distorsi yang disebabkan oleh berbagai macam polutan seperti ; imajinasi, reka-reka, ilusi, mitologi, dongeng bocah, ceunah ceuk ceunah, ujare, omonge, serta pemaknaan dan penilaian yang mengandung kadar SUBYEKTIVITAS tinggi. Bawah sadar anda pun akan menjadi “mata tembus pandang” yang mampu menyibak tirai rahasia. Membuka hijab yang bersifat lahir maupun batin. Sehingga terkadang anda heran sendiri, manakala menyadari keputusan spontan anda ternyata benar dan tepat padahal tanpa melibatkan analisa rasio anda lebih dulu. Hal itu terjadi karena alam bawah sadar anda telah menjadi “sumber mata air” kesadaran tinggi (higher consciousness) yang diam-diam tidak disadari oleh rasio/alam sadar anda sendiri. Kecepatan, ketepatan dan kemampuan analisanya jutaan kali lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan rasio/logika alam pikiran sadar anda sendiri.

Alam bawah sadar sudah memuat data-data yang telah diolah menjadi bahan jadi, apabila sewaktu-waktu diperlukan akan menjadi MAKANAN INSTAN SIAP SAJI. Anda tak perlu lebih dahulu berbelanja dan memasaknya, anda tinggal menyantap saja. Sewaktu-waktu Anda perlukan, anda tinggal patrap jurus relaksasi, konsentrasi, hening lalu byarr…jawaban yang anda harapkan sudah tersaji dan siap santap. Kesadaran alam pikiran bawah sadar, ditandai dengan ide-ide yang inspiratif, inovatis, dan dinamis. Bila kita terbiasa mengolah keseimbangan antara alam sadar dan bawah sadar, kita akan mampu berfikir jernih, cepat, tepat, akurat walau dalam keadaan tertekan dan genting. Silahkan dibuktikan dan dinikmati hasilnya.
Pertanyaannya kemudian, apa saja faktor yang mempengaruhi cara menilai dan memaknai segala sesuatu ? Tentu saja hal itu disebabkan oleh suatu sistem nilai. Berikut ini saya ulas secara singkat beberapa faktor yang sangat mempengaruhi sistem nilai seseorang :
  1. Lingkungan terdekat misalnya : keluarga, orang-tua, saudara kandung, teman bermain, kelompok sosial, golongan, aliran/mazab. Misalnya anda memeluk suatu keyakinan tertentu, kenyataannya kejadian itu tidaklah spontan, atau tiba-tiba keyakinan yang anda anut sudah dibawa sejak procot lahir ke dunia. Melainkan karena faktor keturunan (kebetulan).
  2. Lingkungan sosial-budaya. Meliputi kebudayaan masyarakat, tradisi, sistem kepercayaan, falsafah/pandangan hidup, sub-kultur atau pola-pola perilaku masyarakat. Meliputi lingkungan sosial-ekonomi misalnya masyarakat agraris, maritim, atau industri. Lingkungan sosial terdekat (keluarga), lingkungan masyarakat, sistem pendidikan, dan sistem politik. Misalnya kita memiliki sistem nilai yang bersumber dari suatu keyakinan. Kita menganut suatu keyakinan bukan karena pilihan, namun karena faktor-faktor kebetulan, bahkan tak jarang karena faktor paksaan. Misalnya mengikuti agama orang tua, disebut juga sebagai agama warisan. Lalu dikembangkan sebagai keyakinan mutlak. Sementara yang lainnya menganut suatu keyakinan karena takut pada daulah THEOKRASI yang biasanyafasis-totaliter. Semua itu melahirkan sistem nilai, dan sistem nilai menjadi pedoman kita untuk menilai dan memaknai segala sesuatu.
  3. Generalized other. Atau figur yang dijadikan tulada/suri tauladan yang anda jadikan sebagai panduan dan komparasi dalam menilai dan memaknai kehidupan ini. Bisa berupa tokoh politik, agamawan, budayawan, negarawan, dan bisa jadi tokoh bajingan, namun semua itu pada prinsipnya adalah orang-orang yang dikagumi.
  4. Pengalaman hidup meliputi pengalaman spiritual, baik berupa pengalaman rohani maupun pengalaman jasmani. Kesimpulan-kesimpulan realitas maupun idealitas akan menentukan tingkat kesadaran dan pemahaman spiritual masing-masing individu. Kesadaran dan pemahaman itu akan menjadi sistem nilai yang dijadikan dasar atau patokan dalam menentukan baik buruknya segala sesuatu.
Manusia “Linuwih”
Manusia linuwih tidak lantas berarti orang yang sakti mandraguna. Linuwih adalah memiliki kelebihan dibanding rata-rata orang. Kelebihan itu terletak pada prinsip keseimbangan. Sebagaimana keseimbangan yang ada di dalam mikrokosmos (jagad kecil atau diri pribadi) dan keseimbangan yang ada dalam makrokosmos (jagad besar atau alam semesta). Manusia seperti ini disebut sebagai manusia kesadaran KOSMOLOGIS. Pada galibnya, hubungan keduanya juga saling cross cuting harmony atau saling silang-menyilang dalam hubungan yang seimbang. Yakni, manusia selaras, sinergis, dan harmonis dengan alam semesta (manjing ajur ajer dengan pusaka hasta brata) atau kesimbangan mikro-makro kosmos. Di sini pembahasan saya tekankan pada adanya keseimbang di dalam  mikro-kosmos terutama pada keseimbangan gelombang otak. Keseimbangan antara gelombang beta, alpha, tetha, dan delta. Untuk menyelarasakan 4 gelombang tidaklah mudah, karena banyaknya kendala yang harus dilenyapkan. Oleh sebab itu untuk menyeimbangkan gelombang otak, perlu proses pelatihan dengan menerapkan beberapa teknis melatih diri.

Manfaat Stimulasi Penyeimbangan Gelombang Otak
  • Memprogram ulang pola pikiran dan perasaan anda menjadi mudah meraih sukses.
  • Menjadi lebih produktif dan kreatif
  • Menjadi lebih relaks dan bebas stress
  • Meraih sukses lebih cepat di bidang apapun
  • Mearaih kredit poin lebih tinggi pada prestasi kerja anda
  • Memiliki daya tangkap dan daya ingat lebih baik, cepat, kuat dan permanen
  • Memiliki kepercayaan diri lebih baik
  • Memiliki kemampuan komunitas bisnis dan sosial yg lebih baik
  • Mampu memecahkan berbagai masalah secara kreatif
  • Menghilangkan berbagai macam kebiasaan dan tabiat buruk
  • Emosi dan mood lebih stabil
  • Meningkatkan kemampuan otak
  • Meraih hasil-hasil tersebut (perubahan diri) dalam waktu lebih cepat dan singkat.

EFEK MEDITASI
Pada saat kita berada dalam situasi panik, gagap, gugup, tidak percaya diri, kalut, atau beban pikiran yang terlalu banyak, akan membuat katub RAS mengunci rapat, sehingga memungkinkan pikiran anda justru mengalami jalan buntu. Sebaliknya pada saat anda melakukan meditasi, kemudian mencapai kondisi relaksasi (gelombang alpha), maka katup RAS akan membuka, menjadi celah untuk masuk dan keluarnya arus data dari alam pikiran bawah sadar menuju alam pikiran sadar, dan sebaliknya dari alam pikiran sadar menuju alam pikiran bawah sadar. Perhatikan anak panah berwarna orange adalah proses masuknya data ke dalam alam pikiran bawah sadar. Sebaliknya anak panah berwarna hitam adalah proses keluarnya data dari alam pikiran bawah sadar ke alam pikiran sadar. salam karaharjan  semoga bermanfaat…

Investasi uang dan emas dalam gudang harta karun pikiran kita


Uang dan emas (Gold) dua dua nya benda yang selalu mendekati orang dengan " pemikiran kaya " , uang dan emas tidak pernah mendatangi orang dengan "pemikiran miskin"

Investasi Imaginasi Emas Dalam Fokus Keinginan Kita


Emas itu gampang, datang denga mudah dan dimana mana ada emas yang tersedia untuk kita!!

Selasa, 29 Januari 2013

Uang itu mudah, Uang itu gampang, Uang itu bisa diundang


Kuatkan jiwa kita untuk memanggil uang datang ke kita dengan mudah dan gampang, jiwa kita harus kuat untuk memanggil uang dalam kehidupan kita, uang itu tak pernah bersembunyi, ia hanya keluar bila kita mau.